Optimisme Joan Mir

Joan Mir sekarang jadi salah satunya favorite juara di MotoGP 2020. Walau sebenarnya pembalap Suzuki Ecstar ini tidak pernah sekalinya mencetak kemenangan pada musim ini.

Mir sekarang ada di tempat ke-4 klassemen sesaat dengan nilai 80 dari 7 balapan. Dia ketinggalan tiga angka dari Maverick Vinales serta Fabio Quartararo dan empat angka dari Andrea Dovizioso.

Masuknya Mir dalam bentuk calon juara dunia musim ini jelas tidak diperkirakan awalnya. Ditambah lagi dia pernah tidak berhasil finish 2x dalam tiga balapan pertama.

Walau demikian, Mir perlahan-lahan memperlihatkan konsistensinya. Walau pernah crash 2x, dia tetap dapat finish lima besar di lima balapan yang lain.

Simak juga: Agenda MotoGP Catalunya Akhir Minggu IniHasil itu tidak sama dengan tiga pembalap yang lain berada di atasnya. Perform Quartararo, Vinales, serta Dovizioso masih turun naik, walau pernah mencetak kemenangan. Mereka punyai permasalahan dengan motor semasing.

Hal tersebut tidak dirasakan Mir, yang dengan motor GSX-RR kepunyaannya dapat meluncur cepat. Serta Quartararo sampai beri pujian kualitas motor Mir yang dia anggap ‘sempurna’.

Mir pada saat naik tribune di MotoGP San Marino. Photo: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Lihat peta kompetisi sekarang ini, Mir yang awalannya tidak demikian pikirkan sekarang mulai optimistis dapat finish paling atas. Dia hanya perlu menjaga performnya sekarang ini, jika dapat melewatinya.

“Saya pasti tidak menduganya,” kata Mir masalah dianya sebagai calon juara, diambil The Race.

Sulit menjaga persistensi semacam ini, tetapi itu arah saya sampai akhir musim.”

“Saya berasa sedang berkompetisi mendapatkan titel juara dunia.

“Di tempat empat besar, pencapaian pointnya dapat disebut sama. Silahkan kita melihat apa kami dapat jaga persistensi sampai balapan paling akhir,” tegas pembalap 23 tahun itu.

Dapatkah Mir memutuskan dahaga juara? Hal tersebut harus ditunjukkan mulai balapan setelah itu, yaitu MotoGP Catalunya yang diadakan Minggu (27/9/2020).

Rossi Setahun di Petronas

Ada dua kabar mengagetkan dari Valentino Rossi. Pertama, dia akan selekasnya diresmikan untuk pembalap baru Petronas Yamaha SRT. Ke-2, dia diberitakan akan membuat team sendiri di MotoGP.

Dikabarkan GPOne serta The Race, Rossi telah lakukan beberapa tatap muka intens semenjak minggu kemarin dengan Razali Razlan (CEO Petronas Yamaha) serta Lin Jarvis (Managing Director Yamaha) di tempat VR46 yang terdapat di Tavullia, Italia. Ini untuk mengulas kepindahannya ke ke team satelit Yamaha itu.

Peresmiannya akan dilaksanakan pada Kamis (24/9) lusa di Barcelona, dimana sesudahnya akan ada persiapan menyongsong MotoGP Catalunya yang diadakan pada 25-27 September.

Gagasannya, Rossi akan dikontrak semasa satu tahun, yaitu hanya untuk balapan MotoGP 2021.

Simak juga: Adiknya Dirumorkan ke Ducati, Ini Kata Valentino RossiBukan tanpa ada fakta Rossi hanya dikontrak satu tahun oleh Petronas Yamaha. Hal tersebut karena dia merencanakan mempunyai team sendiri di MotoGP 2022.

Awalnya, team punya Rossi, Sky Racing Tim VR46, telah tampil di Moto2 serta Moto3. Adanya reorganisasi MotoGP 2022, hal tersebut buka peluang buat team baru masuk kesana, termasuk juga Sky Racing Tim VR46.

Beritanya, Rossi akan tempatkan adiknya, Luca Marini, untuk salah satunya pembalap. Belum tahu apa Rossi akan membalap di team kepunyaannya atau mungkin tidak.

Tentang berita masalah teamnya masuk di MotoGP, Rossi telah mengulasnya minggu kemarin. Tetapi dia akui harus pelajarinya dahulu.

Luca Marini.

“Tetapi di 2022, MotoGP akan lakukan banyak perkembangan jadi kami harus pahaminya. Sekarang ini, kami bahagia dapat tampil di Moto3 and Moto2, sebab di situlah dimensi kami sekarang ini. Untuk ke MotoGP, kami harus lakukan cara selanjutnya. Itu tidak gampang,” tuturnya.

Terdapat beberapa isu berkaitan pabrikasi mana yang akan menyangga motor teamnya seandainya masuk di MotoGP. Yamaha pasti dihubungkan dengan ini, tetapi Suzuki yang dimanajeri rekan Rossi, Davide Brivio, diunggulkan.

Rossi Akui Tak Cukup Kompetitif

Perebutan persaingan titel juara dunia di MotoGP 2020 terbuka lebar. Tetapi, Valentino Rossi sangsi dapat turut berkompetisi sebab kurang bersaing.

Hasil jelek diterima pembalap team pabrikasi Yamaha itu pada balapan MotoGP Emilia Romagna, Minggu (20/9/2020). Rossi jatuh waktu balapan masih tersisa 12 putaran sebelum pada akhirnya retired.

Kejadian di Misano itu ringkas perpanjang puasa tribune Rossi pada musim ini.

MotoGP 2020 Lebih Seru! Ada 6 Juara Tidak sama dari 7 RaceMeski demikian, jarak di klassemen sesaat MotoGP dapat disebut tidak sangat besar sangat. Pembalap Ducati Andrea Dovizioso masih tempati tempat paling atas dengan koleksi 84 point, unggul 26 point dari Rossi yang duduk di posisi sembilan.

Di lain sisi, kejuaraan masih tersisa tujuh seri serta makin susah diperkirakan. Kemenangan Maverick Vinales di Emilia Romagna jadikan pembalap Spanyol itu untuk juara ke enam yang lain dalam tujuh balapan pertama.

Walau begitu, Rossi tidak percaya dapat masuk ke bursa juara dengan kecepatannya saat ini.”Kita banyak mengulas mengenai titel juara dunia, serta itu betul sebab ketidaksamaan pointnya sedikit,” papar ia diambil dari Autosport.

Andrea Dovizioso, Agar Lamban Asal Puncaki Klassemen MotoGP”Saya memang kehilangan beberapa point, tetapi tidak beralih banyak. Terdapat beberapa pembalap yang mempunyai jarak point yang sedikit serta kejuaraan ini masih terbuka serta masih panjang. Jadi apa saja dapat berlangsung. Tetapi kami perlu bertambah lebih kuat, bertambah kuat, serta akhir minggu ini kami telah coba suatu hal untuk tingkatkan perform.”

“Tetapi di akhir balapan saya tidak berasa nyaman dengan motornya, saya tidak mempunyai cengkaman yang bagus. Saya tidak paham sebab saya jatuh sesudah satu 1/2 putaran sayang sekali sebab saya lakukan kekeliruan di Kelokan 4.”

“Tetapi toh saya tidak bersaing, masih kurang bersaing untuk berkompetisi dalam titel juara dunia. Kami perlu bertambah lebih kuat,” papar Valentino Rossi yang menyangsikan peluangnya dalam kompetisi di MotoGP 2020.

Gagal Podium Quartararo

 Fabio Quartararo tidak berhasil naik tribune di MotoGP Emilia Romagna selesai terserang long lap penalti. Pembalap asal Prancis itu menanyakan ketetapan itu.

Quartararo sebenarnya finish di posisi ke-3 dalam balapan yang digelar di Circuit Marco Simoncelli, Minggu (20/9/2020). Dia mencatat waktu 41 menit 59,265 detik serta memiliki hak tribune.

Tetapi dia dijatuhkan long lap penalti di lap paling akhir oleh pengawas FIM MotoGP. Hal tersebut karena roda motornya telah 5 kali melewati green tempat yang harusnya tidak bisa dilewati. Tetapi Quartararo tidak menghiraukan hukuman itu serta terus meluncur sampai finish.

Untuk alternatifnya, catatan waktu Quartararo juga ditambah 3 detik, jadi 42 menit 2,265 detik. Hasil itu bertambah lamban dari Pol Espargaro, yang menulis waktu 42 menit 0,374 detik. Dengan demikian, Espargaro-lah yang pada akhirnya gantikan Quartararo di tribune.

Quartararo nampak gusar pada saat masuk di paddock selesai balapan. Pembalap Petronas Yamaha SRT itu akui tidak sempat diperingatkan jika dia sampai 5 kali melalui green tempat.

Lain waktu team saya yang akan memberitahukan beberapa hal seperti ini sebab kehilangan tribune dengan seperti barusan betul-betul buat frustrasi.”

“Saya salah sebab kebanyakan melalui green tempat, tetapi Race Direction salah sebab tidak mengingatkan saya,” tambahnya.

Hasil ini membuat Quartararo belum dapat mendahului Andrea Dovizioso di klassemen sesaat pembalap MotoGP 2020. Dia baru kumpulkan 83 point, beda satu angka dari Dovizioso yang berada di pucuk.

MotoGP Emilia Romagna

Maverick Vinales sukses jadi juara di MotoGP Emilia Romagna. Kemenangan didapatkan sesudah Francesco Bagnaia jatuh.

MotoGP Emilia Romagna di Circuit Marco Simoncelli, Minggu (20/9/2020) malam WIB. Vinales, yang pernah kewalahan walau merampas pole dapat menyelesaikan balapan secara baik.

Surprise berlangsung pada putaran ke-2. Valentino Rossi jatuh dari motornya, tetapi masih coba meneruskan balapan serta ada di tempat ke-18.

Tidak lama berlalu gantian Brad Binder yang keluar trek. Juga dengan Aleix Espargaro. Kedua-duanya tidak bisa meneruskan balapan.

Tindakan sama-sama salip berlangsung di lap ke enam. Francesco Bagnaia terjebak tanding dengan Vinales untuk ada di tempat paling depan. Pertempuran ini dimenangi oleh Bagnaia.

MotoGP Emilia Romagna: Valentino Rossi Crash!Miller, yang pernah bertarung di baris depan, perlahan-lahan tempatnya turun. Pembalap asal Australia itu selanjutnya menyerah serta masuk di pit untuk mengakhiri balapan diperputaran ke-9.

Jarak Bagnaia di muka perlahan-lahan semakin jauhi Vinales yang berada di tempat ke-2. Bagnaia pada lap kesebelas tertera unggu; 1,487 detik. Di waktu bertepatan, Rossi menyerah pada perlombaan serta masuk pit diperputaran ke-17.

Pertempuran seru berlangsung dalam persaingan perebutan tempat ke-3 di antara Pol Espargaro dengan Fabio Quartararo. Pembalap asal Prancis itu tidak stop terus membuntuti Pol.

Surprise berlangsung di lap ke-21. Bagnaia jatuh di kelokan ke enam. Walau sebenarnya, ia telah lumayan jauh tinggalkan Vinales. Pol sekarang naik ke tempat ke-2 serta Quartararo di tempat ke-3.

Situasi ini membuat Vinales sangat dekat sama kemenangan pertama musim ini. Rekanan satu team Rossi itu unggul 4,406 detik dari Pol di tempat ke-2.

Fabio Quartararo Juara MotoGP

Quartararo sukses menaklukkan rekanan segrupnya, Franco Morbidelli yang kehilangan tribune di lap-lap akhir.


Tetapi yang makin bahagia ini hari ialah team Suzuki. Dua ridernya, Joan Mir serta Alex Rins sukses tempati tribune pertama serta ke-2 di Catalunya.


Sesaat team terapes ini hari ialah Yamaha Racing. Valentino Rossi yang start dari tempat 3 harus tidak berhasil mendapatkan point sesudah jatuh di lap ke-7belas. Walau sebenarnya waktu itu dia sedang ada di tempat dua. Walau sebenarnya lagi dia sedang disorot minggu ini sesudah sah tanda-tangani kontrak satu tahun dengan Yamaha Petronas SRT.


yang bahagia di tribune (dok.motogp.com) Mengapa Rossi jatuh? Dia seperti kehilangan grip dengan bannya. Jatuh tunggal ya bukan lantaran senggolan dengan pembalap lain.


Rossi bukan salah satu pembalap yang tidak berhasil finish malam hari ini. Andrea Dovizioso, Johann Zarco, Miguel Oliveira serta Pol Espargaro jadi rider-rider yang tidak berhasil mendulang point di Catalunya. Apesnya buat Dovizioso, gara-gara jatuh ini dia kehilangan tempat pimpinan di klassemen sesaat serta masuk ke tempat 4. The leader of the championship saat ini ialah Fabio Quartararo.


tidak berhasil finish lagiiii (dok.motogp.com) Rider memang sering buang plastik tear off ini di track. Tidak ada larangan tentang ini serta masalah plastik tear off tersedot ke motor baru peristiwa di balapan pekan kemarin. Miller yang memang kocak, memajang plastik tear off Quartararo tempo hari di garasinya. Fabio senyum saja menyaksikannya.


Lap ke-3, Quartararo tulis fastest lap 1:40:728, tempat 3 sesaat. Lap ke-4 kembali lagi Quartararo tulis fastest lap 1:40:408. Jarak beberapa rider masih rapat. Miller ikut-ikutan tulis fastest lap 1:40:296 detik. Quartararo semakin dekati Rossi serta berebutan tempat dua.

Tampil Bagus di MotoGP

Balapan MotoGP musim 2020 hampir seperti pertandingan sepak bola, sebab hampir tiap akhir minggu ada balapan. Sesudah balapan seri San Marino usai (20/9), balapan selekasnya dilanjut di Catalunya, Spanyol (27/9).

Sayangnya, pada balapan ini Marc Marquez belum juga bisa turun ke trek*.


Berarti, pertandingan masih tanpa ada Marc Marquez, serta ini jadi peluang buat beberapa lawan untuk mendapatkan hasil semaksimal kemungkinan.
Salah satunya lawan Marc serta Repsol Honda ialah Yamaha, baik Factory serta Petronas SRT. Mereka berusaha kukuhkan tempat untuk team paling kuat sekarang ini.


Di baris paling depan ada Morbidelli, Quartararo, serta Rossi (corak kuning). Gambar: Motogp/Trans7/Useetv Dapat dibuktikan, di Catalunya ini mereka sukses tempatkan ke-4 pembalapnya di dua baris start paling depan. Tiga salah satunya, yakni Franco Morbidelli, Fabio Quartararo, serta Valentino Rossi yang sukses kuasai grid paling depan.
Balapan juga diawali dengan beberapa manuver. Tetapi, konsentrasi penting ada di tiga nama itu.


Mujur, ke-3nya bisa menjaga tempat di muka. Cuman ada Maverick Vinales yang nampak kembali lagi kewalahan waktu start serta makin ketinggalan di belakang.
Tetapi, surprise selekasnya ada saat ada rider jatuh. Nahasnya, satu dari dua rider yang jatuh itu ialah Andrea Dovizioso sang penghuni pucuk klassemen sesaat.

Dovi terbawa oleh Zarco yang kaget dengan pergerakan Petrucci. Gambar: Motogp.com Jatuhnya Dovi serta tidak berhasil kembali pada trek langsung melengserkan tempatnya dari pucuk. Fabio Quartararo juga langsung mengudeta pucuk klassemen, serta dengan balapan baru masuk beberapa kelokan.


Tetapi, tidak memerlukan waktu lama buat rider Prancis ini untuk mendahului Valentino Rossi.
Satu pembaruan yang baik sesudah di seri awalnya dia nampak kesusahan untuk mendahului rider lain. Sebetulnya kecepatan Rossi pun tidak kalah dengan Quartararo, tetapi Quartararo nampak ingin selekasnya cari peristiwa untuk melarikan diri.

Tim Mekanik Rossi

Minggu ini ada balapan MotoGP seri Catalunya Barcelona. Balapan yang menarik mengingat jarak point di klassemen sesaat benar-benar tipis.
Puncak klassemen sesaat, Andrea Dovizioso, cuman tertaut 1 point dengan Fabio Quartararo serta Maverick Vinales. Sesaat di tempat 4 klassemen sesaat ada Joan Mir yang punyai perolehan 80 point.


Kabar paling hits minggu ini ialah pengakuan dari Valentino Rossi tentang kepindahannya ke Petronas SRT tahun 2021.


Rossi tidak bawa semua kru mekaniknya ke Petronas SRT. Ini termasuk juga dalam persetujuan dianya dengan Petronas SRT. Yang menjadi pertanyaan ialah siapa kru mekanik yang dibawa Rossi serta siapa yang sangat terpaksa dia meninggalkan?


Pilih kru mekanik yang dapat dibawa dan, benar-benar tidak gampang untuk Rossi. Tidak cuma sebab tiap mekanik punyai impak atas performnya di track, tetapi semua kru mekanik telah dipandang keluarga oleh VR46.
Valentino Rossi serta Tim (dok.monsterenergy.com) Alex Briggs, Selamat Berpisah Mekanik Setia
Di media MotoGP, pada akhirnya Rossi mengungkapkan siapa mekanik yang akan dia boyong ke Petronas SRT. Dia akan bawa David Munoz (kru chief), Idalio Gavira (coach) serta Matteo Flamigni (telemetri).


Kurang setia apa coba.
Rossi sendiri mengaku jalinan beberapa mekanik dengan dianya bukan hanya jalinan kerja, tetapi lebih dari itu. Hubungan ialah keluarga.


Dalam tweetnya, Alex Briggs membetulkan pengakuan Rossi tentang perpisahan dianya dengan Rossi tahun kedepan. Beberapa ratus tanggapan diberi oleh beberapa pencinta balapan padanya.
Rerata sayangkan perpisahan ini tetapi pahami tempat Rossi yang susah dalam memutuskan. Alex Briggs ikut membuat Rossi memenangkan 12 balapan 500CC/MotoGP serta jalani 133 balapan grand prix.

Mr Saturday Rider


Maverick “Teratas Gun” Vinales pada akhirnya dapat bernafas lega. Dia sekarang sudah terlepas dari sumpah “grip ban belakang” yang sejauh ini menghantuinya.


Mengakibatkan matanya langsung pedih sebab diasapi pembalap lain. Walau sebenarnya pada session kwalifikasi satu hari awalnya, Vinales malah memakai ban kompon Hard-Soft untuk mengunci pole satu. Vinales disebutkan “Mr Saturday Pembalap” sebab dia seringkali kuasai pole, tetapi sulit untuk menang esok harinya.

Sesudah jadi bahan tertawaan mahluk sejagad, Vinales selanjutnya membuat pernyataan yang mengagetkan. Kadang grip ban belakang demikian mencengkram. Tetapi kadang ban belakang seperti kehilangan grip, membuat dia kesusahan mengatur motor. Sekarang dia menyerah, serta tidak mau lagi memberatkan pemikirannya dengan permasalahan itu.


Sama dengan Rossi, Vinales bukan tipikal pembalap pengembang (development pembalap) seperti Dani Pedrosa, ditambah lagi seperti Casey stoner. Itu penyebabnya Vinales seringkali kesusahan di “Hari Minggu” (session balapan) saat mendapatkan permasalahan baru di motornya. Ditambah lagi permasalahan itu tidak terlihat pada “Hari Sabtu” (session kwalifikasi)


Jadi keberhasilan Vinales benar-benar bergantung ke settingan mekanik. Saat Vinales memperoleh settingan motor yang pas, maka susah menaklukkannya. Kebalikannya, jika sedikit ada permasalahan di motor, ditambah lagi saat dia pada keadaan bad-mood, karena itu dia akan tampil malas-malasan.


Masih ingat gerakan badan Vinales mengangkat tangan di lap ke-14, saat dia hadapi permasalahan rem pada MotoGP Styria lalu? Itu sebetulnya aksi yang paling membuat malu. Vinales semestinya langsung masuk pit untuk retired.
Dapat dibuktikan selanjutnya saat motor Vinales menabrak air wall serta langsung terbakar. Belum juga Vinales melaju deras di atas aspal saat melonjak dari motor. Bagaimana jika bertepatan ada pembalap di belakang Vinales? Tidak saja mencelakakan nyawa Vinales sendiri saat terlindas motor, dan juga nyawa pembalap yang menunggangi motor itu.

Nangkring Bahagia

MotoGp 2020 tengah lagi seru- hebat nya yang akan kita ulas kesempatan ini Menghitung Kekuatan Joan MIR MotoGp Suzuki
Ke arah Juara Dunia MOTOGP 2020 Hanya Teori Bukan Perkiraan
Awalnya silahkan kita melihat angka yang barusan keluar semalam selanjutnya kita akan lihat kenyataan bukti riil


DOVI 04 DUCATi
FABIO 83 YAMAHA
VINA 83 YAMAHA
MIR 80 SUZUKI
MORBI 64 YAMAHA
MILLER 64 DUCATI
NAKAGAMI 63 HONDA

Tabungan Point yang benar-benar “Rajin Pangkal Juaradunia” oleh JOAN MIR ini dapat bisa menghancurkan tatanan gagasan beberapa Pabrikasi yang telah pada pesen kaos gambar ANGKA SATU serta Simbol Padi, dapat bisa mimpi mereka gagal Bila JOAN MiR terus menerus rusak baris depan Kita tak perlu lah berandai seandainya,umpama contoh serta lain..lain.. sebab lihat bukti itu bertambah asyik daripada berkhayal tidak ada buat
Serta silahkan kita Melihat jejeran permasalahan internal yang ditemui beberapa tetangga Jan Mir


#04 Ok lah kekuatan JUARADUNIA Terkuat masih digenggam Dovi, tetapi di sini berlangsung Anjlok Motivasi saat berita pacar terserang PHK Belum juga permasalahan jeleknya setting motor yang membuat pacar mangkir dari baris depan Permasalahan Ducati ini membuat Yamaha Punyai peluang semakin banyak jingkrak jingkrak asolole di atas panggung dangdutan Tetapi Suzuki melalui Mir siap juga geser angka yang diraih pabrikasi Italy itu


#20 FABIO itu galak pada awal seri Tetapi layu saat matahari mulai meninggi percayalah ini bukanlah permasalahan SDM tetapi mengenai setting motor yang kurang bersaing ditengah-tengah pukulan KTM serta terbaru Hantaman Keras oleh SUZUKI


yang tentu walau di tempat 4 klassemen tetapi pacar
cuman beda 4 angka ini benar-benar tipiss sekali


harian kabar paling baru tigabelasnews kabar paling baru serta paling dipercay

Sehat Bahagia serta Lancar Rejeki untuk kita