Rossi Akui Tak Cukup Kompetitif

Perebutan persaingan titel juara dunia di MotoGP 2020 terbuka lebar. Tetapi, Valentino Rossi sangsi dapat turut berkompetisi sebab kurang bersaing.

Hasil jelek diterima pembalap team pabrikasi Yamaha itu pada balapan MotoGP Emilia Romagna, Minggu (20/9/2020). Rossi jatuh waktu balapan masih tersisa 12 putaran sebelum pada akhirnya retired.

Kejadian di Misano itu ringkas perpanjang puasa tribune Rossi pada musim ini.

MotoGP 2020 Lebih Seru! Ada 6 Juara Tidak sama dari 7 RaceMeski demikian, jarak di klassemen sesaat MotoGP dapat disebut tidak sangat besar sangat. Pembalap Ducati Andrea Dovizioso masih tempati tempat paling atas dengan koleksi 84 point, unggul 26 point dari Rossi yang duduk di posisi sembilan.

Di lain sisi, kejuaraan masih tersisa tujuh seri serta makin susah diperkirakan. Kemenangan Maverick Vinales di Emilia Romagna jadikan pembalap Spanyol itu untuk juara ke enam yang lain dalam tujuh balapan pertama.

Walau begitu, Rossi tidak percaya dapat masuk ke bursa juara dengan kecepatannya saat ini.”Kita banyak mengulas mengenai titel juara dunia, serta itu betul sebab ketidaksamaan pointnya sedikit,” papar ia diambil dari Autosport.

Andrea Dovizioso, Agar Lamban Asal Puncaki Klassemen MotoGP”Saya memang kehilangan beberapa point, tetapi tidak beralih banyak. Terdapat beberapa pembalap yang mempunyai jarak point yang sedikit serta kejuaraan ini masih terbuka serta masih panjang. Jadi apa saja dapat berlangsung. Tetapi kami perlu bertambah lebih kuat, bertambah kuat, serta akhir minggu ini kami telah coba suatu hal untuk tingkatkan perform.”

“Tetapi di akhir balapan saya tidak berasa nyaman dengan motornya, saya tidak mempunyai cengkaman yang bagus. Saya tidak paham sebab saya jatuh sesudah satu 1/2 putaran sayang sekali sebab saya lakukan kekeliruan di Kelokan 4.”

“Tetapi toh saya tidak bersaing, masih kurang bersaing untuk berkompetisi dalam titel juara dunia. Kami perlu bertambah lebih kuat,” papar Valentino Rossi yang menyangsikan peluangnya dalam kompetisi di MotoGP 2020.