Wacana Pajak Mobil Baru

Jakarta – Mobil baru diwacanakan mendapatkan stimulan pembebasan pajak sampai 0 %. Tetapi kebijaksanaan ini dicemaskan mengganggu keberlangsungan usaha pedagang mobil sisa.

Bila kebijaksanaan itu direalisasi membuat harga mobil baru bertambah murah, di lain sisi warga bertambah melirik mobil baru karena harga tidak jauh terpaut dengan mobil sisa.

“Pastinya jika berlangsung (kebijaksanaan) pajak 0 % untuk mobil baru, harga akan turun mencolok. Di lain sisi kita untuk pemain mobil sisa akan terserang efek mengagumkan, revisi harga yang mengagumkan,” tutur Yopi dari Paskah Mobil pada detikcom, Selasa (22/9/2020).

Simak juga: Pebisnis Mobil Import Mengharap Pajak PPnBM Dihitung Berdasar Emisi”Kebijaksanaan itu akan membuat pasaran mobil sisa banyak naik-turun. Sedang kami terlanjur pinjam uang pada bank, akan terancam melumpuhkan showroom-showroom serta terancam pailit,” keluh Yopi.

Wawasan ini awalannya dilemparkan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang. Dia akui telah ajukan rileksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0%.

Apakah yang dikatakan Yopi, memperlihatkan ada kecemburuan buat bagian usaha mobil baru, dengan mobil sisa waktu epidemi COVID-19.

Simak juga: Pemerintah Ingin Gratiskan Pajak Mobil Baru, Anda Sepakat?”Kami harap, pemerintah bertambah arif dalam hal ini. Sebab kita aktor-pelaku usaha. Akan banyak yang gulung tikar, mengakibatkan banyak juga yang menganggur,” sambung ia.

Belumlah ada ketetapan sah masalah gagasan rileksasi pajak ini, juga berapakah saran stimulan yang dipenuhi pemerintah. Tetapi jika betul berlangsung pasti ada revisi harga jual mobil sekarang ini.

Bila harga mobil baru bisa terpotong seputar 10-25%, karena itu dia mempunyai potensi untuk makin mengganggu pasar mobil sisa. Efek lanjutannya, karena itu harga jual mobil sisa yang telah turun akan makin turun lagi,” kata Yannes waktu dikontak detikcom, Senin (21/9/2020).