Mr Saturday Rider


Maverick “Teratas Gun” Vinales pada akhirnya dapat bernafas lega. Dia sekarang sudah terlepas dari sumpah “grip ban belakang” yang sejauh ini menghantuinya.


Mengakibatkan matanya langsung pedih sebab diasapi pembalap lain. Walau sebenarnya pada session kwalifikasi satu hari awalnya, Vinales malah memakai ban kompon Hard-Soft untuk mengunci pole satu. Vinales disebutkan “Mr Saturday Pembalap” sebab dia seringkali kuasai pole, tetapi sulit untuk menang esok harinya.

Sesudah jadi bahan tertawaan mahluk sejagad, Vinales selanjutnya membuat pernyataan yang mengagetkan. Kadang grip ban belakang demikian mencengkram. Tetapi kadang ban belakang seperti kehilangan grip, membuat dia kesusahan mengatur motor. Sekarang dia menyerah, serta tidak mau lagi memberatkan pemikirannya dengan permasalahan itu.


Sama dengan Rossi, Vinales bukan tipikal pembalap pengembang (development pembalap) seperti Dani Pedrosa, ditambah lagi seperti Casey stoner. Itu penyebabnya Vinales seringkali kesusahan di “Hari Minggu” (session balapan) saat mendapatkan permasalahan baru di motornya. Ditambah lagi permasalahan itu tidak terlihat pada “Hari Sabtu” (session kwalifikasi)


Jadi keberhasilan Vinales benar-benar bergantung ke settingan mekanik. Saat Vinales memperoleh settingan motor yang pas, maka susah menaklukkannya. Kebalikannya, jika sedikit ada permasalahan di motor, ditambah lagi saat dia pada keadaan bad-mood, karena itu dia akan tampil malas-malasan.


Masih ingat gerakan badan Vinales mengangkat tangan di lap ke-14, saat dia hadapi permasalahan rem pada MotoGP Styria lalu? Itu sebetulnya aksi yang paling membuat malu. Vinales semestinya langsung masuk pit untuk retired.
Dapat dibuktikan selanjutnya saat motor Vinales menabrak air wall serta langsung terbakar. Belum juga Vinales melaju deras di atas aspal saat melonjak dari motor. Bagaimana jika bertepatan ada pembalap di belakang Vinales? Tidak saja mencelakakan nyawa Vinales sendiri saat terlindas motor, dan juga nyawa pembalap yang menunggangi motor itu.